Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KJRI Noumea

Karyawan Nikel di Yaté Berikan Applause pada Kesenian Indonesia

20 Juli 2012

Goro Yate 18072012
Kelompok Seni Budaya Indonesia di New Caledonia kembali menghibur para pekerja Pabrik Nikel, Vale Inco, di kawasan Yaté (sekitar 80 km dari kota Nouméa) pada 18 Juli 2012. Rangkaian pertunjukan yang terdiri dari Tim Kesenian KJRI Noumea, Kelompok Seni Budaya Persatuan Masyarakat Indonesia & Keturunannya di New Caledonia (PMIK/AINC) serta penyanyi diaspora Indonesia, Ardi Panate pada malam itu telah mendapat “big applause”.

Persembahan seni budaya Indonesia dibuka dengan Tari Tangan yang dibawakan oleh “Les Dames” (Ibu-ibu) karya Madame Roesmaeni Sanmohamat, seorang tokoh diaspora Indonesia yang juga adalah anggota Kongres New Caledonia dari Parpol RUMP dan juga Ketua Bidang Kesenian PMIK.

Tari ini merupakan kreasi baru yang terinsiprasi dari Tari Sorban Palid dari Jawa Barat. Tidak hanya tarian, para karyawan pabrik yang berjumlah kurang lebih 300 orang pada malam itu juga merasa sangat terhibur mendengar suara Ardi Panate, seorang penyanyi diaspora Indonesia yang cukup terkenal di New Caledonia. Ardi yang sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan Asuransi memang sering tampil di pentas-pentas Caledonia.

Malam itu, seakan-akan untuk menunjukkan jati dirinya sebagai keturunan Indonesia yang juga mencintai negeri kelahirannya, Ardi Panate mencoba membuai para penonton dengan dua lagu Indonesia berjudul Terang Bulan dan Surabaya serta satu lagu berbahasa Prancis la Nouvelle-Calédonie. Kemudian, Grup Angklung KJRI Noumea juga berhasil memeriahkan para pekerja di perusahaan nikel yang hadir malam itu yang tidak hanya berasal dari New Caledonia tapi juga dari berbagai negara lainnya.

Disamping lagu-lagu Indonesia, seperti Kharisma Cinta, Gerimis-gerimis dan lagu-lagu setempat seperti Fakateretere dan Océanie, juga lagu-lagu pop internasional seperti I have a dream dan Pretty Woman serta We are the World, membuktikan bahwa alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu tersebut juga bisa digunakan untuk menghasilkan keharmonisan melodi pada lagu-lagu internasional.

Beberapa menit kemudian, suasana tradisional Indonesia kembali mengental ketika Bapak Suratno, Guru Tari Jawa di KJRI Noumea beraksi dengan membawakan tari Jawa klasik yang berjudul Kuda-Kuda. Keluwesan dan lentak lentik jemari tangan Bapak Suratno yang tidak muda lagi tersebut tetap menawan dan mampu menghibur semua orang yang berada di ruangan makan karyawan Pabrik pada malam itu.

Untuk menambah kemeriahan, penari-penari PMIK kembali bergoyang dengan membawakan Tari Yapong yang sangat dinamis. Tepuk tangan spontan dan tak henti-hentinya terus mengiringi kelincahan gerak para penarinya dan juga musik yang mengiringinya. Bagi KJRI Noumea, persembahan Seni Budaya Indonesia di Pabrik Pertambangan di Yaté tersebut merupakan permintaan manajemen Vale Inco dan pementasan malam itu merupakan yang kedua kalinya setelah yang pertama pada 2010 lalu.

Dengan persembahan ini, maka Seni Budaya Indonesia kiranya dipercaya memiliki nilai seni yang khas dan suara alunan bambunya (Angklung) memiliki getar “magis” yang mampu menghibur hati para karyawan. Kiranya penampilan dan kerjasama Tim Kesenian KJRI Noumea bersama PMIK dan juga penyanyi diaspora Indonesia tersebut, diharapkan akan terus digemari masyarakat setempat dan aset ini merupakan salah satu aset soft power diplomacy KJRI Noumea yang cukup ampuh dalam membantu promosi citra Indonesia di wilayah New Caledonia. Noumea, Juli 2012







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan