Dubes RI A Agus Sriyono menyambut 15 delegasi pelatihan Disaster Risk Management (DRM) dari unsur Universitas Gadjah Mada (UGM), Pemprov Sumatera Barat, Pemprov Sulawesi Tengah dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal RI dalam jamuan makan malam di KBRI Wellington, 20 Juni 2012 yang juga dihadiri pejabat dari GNS Science, NZAid dan Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT).
Delegasi yang merupakan tim gabungan penanganan bencana alam ini berada di Selandia Baru dalam rangka mengikuti pelatihan peningkatan capacity building pemerintah local dan perguruan tinggi dalam hal penanganan bencana alam (DRM) dari 17-28 Juni 2012.
Kerja sama yang dimotori oleh GNS Science dan UGM ini telah berlangsung dari September 2011 sampai dengan Oktober 2012 baik di Indonesia maupun di Selandia Baru.
Sebagai fase pertama, telah ditentukan Provinsi Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah sebagai wilayah yang menjadi fokus pelatihan.
Selain mempelajari sistem penanganan bencana melalui kunjungan ke lokasi gempa dan rawan gempa di Christchurch, Wellington dan beberapa wilayah sekitarnya, delegasi juga menghadiri berbagai lokakarya yang membahas rencana aksi DRM, implementasi penanganan bencana di kedua wilayah dimaksud dan pemberdayaan masyarakat dalam program penanganan bencana secara mandiri.
Dalam sambutannya, Dubes RI A Agus Sriyono membagi pengalaman penanganan bencana bagi warga Indonesia yang berada di Christchurch saat terjadinya gempa berskala 6,3 di Christchurch pada 22 Februari 2011 lalu. Selain staf KBRI yang secara langsung bertugas, organisasi masyarakat di Christchurch juga memegang peran penting dalam membantu dan memantau keberadaan dan kondisi masyarakat Indonesia pasca gempa.
Hal ini memberi inspirasi bagi delegasi untuk menyusun program nasional penanganan bencana bagi warga Indonesia di luar negeri dan menghimbau agar seluruh perwakilan RI di luar negeri khususnya di negara-negara rawan gempa untuk memanfaatkan simpul-simpul masyarakat yang berada di setiap kota dalam program DRM.