Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KJRI Vancouver

Siswa SD di Kanada Nyanyikan "Burung Kakaktua"

14 Juni 2012

Sekitar 60 siswa Sekolah Dasar Lord Tweedsmuir tampil mempesona saat membawakan lagu  "Burung Kakaktua" dengan iringan musik angklung di gedung pertemuan sekolah tersebut di kota New Westminster, Metro Vancouver, tanggal 12 Juni 2012. Pementasan kesenian Indonesia di SD Lord Tweedsmuir tersebut adalah untuk memeriahkan acara "Student Assembly" yang menandai akhir semester.
 
Para siswa mengawali pementasan  dengan menyanyikan lagu berbahasa Indonesia tersebut secara acapela dengan lafal yang cukup fasih, kemudian sebagian dari mereka dengan semangat memainkan lagu ini dengan angklung di tangan, dan pada penampilan terakhir mereka menyanyikan Burung Kakaktua sambil menari dengan gerak langkah yang kompak diiringi permainan angklung. 
 
Usai lagu itu, hadirin yang berjumlah lebih dari 600 orang, yaitu para siswa, orang tua/wali murid, guru dan pejabat KJRI Vancouver menyambut hangat penampilan mereka dengan tepuk tangan meriah.
 
Penampilan apik para siswa kelas 5 dan kelas 6 tersebut tak lepas dari peran guru musik mereka, Martha Leigh, yang dengan tekun memotivasi dan membimbing mereka untuk dapat menyanyikan lagu Burung Kakaktua dengan baik dan memainkan alat musik angklung sumbangan dari KJRI Vancouver. Pada pementasan ini Martha Leigh bertindak sebagai konduktor yang dengan lincah memandu para siswa untuk menyanyi dan memainkan angklung dengan benar.
 
Kegiatan "Student Assembly" di SD ini  dikemas  dalam program acara seni budaya lintas bangsa/negara. Selain kesenian Indonesia, pada pentas budaya ini juga ditampilkan Tari Tinikling dari Filipina, serta sejumlah musik/lagu dari Afrika dan Kanada. 
 
Satu hal yang menarik, di sekolah tersebut tidak ada siswa dari Indonesia. Kehadiran seni budaya Indonesia pada acara "Student Assembly" itu berkat seorang guru bantu untuk siswa berkebutuhan khusus di sekolah tersebut yang berasal dari Kalimantan Barat, Damianus, yang sangat berkeinginan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kesenian Indonesia di sekolah itu.
 
Kepala SD Lord Tweedsmuir, Patricia Farris dalam sambutannya antara lain menggarisbawahi pentingnya sikap keterbukaan dan penghormatan terhadap berbagai budaya yang ada di Kanada. Perbedaan budaya di Kanada diibaratkannya pohon dengan akarnya yang banyak, menggambarkan budaya-budaya yang berbeda namun saling bekerja sama sehingga menghasilkan buah yang dapat dipetik dan bermanfaat bagi semua.
 
Kerja sama dapat terbangun jika dilandasi sikap saling menghormati sesuai dengan motto SD Lord Tweedsmuir, "treat other people the way you would like them to treat you". Selain itu, Patricia Farris secara khusus mengungkapkan kegembiraan dan menyampaikan terima kasih kepada KJRI Vancouver dalam mewujudkan kegiatan pelatihan angklung di sekolah tersebut.
 
Pementasan kesenian Indonesia oleh para siswa SD Lord Tweedsmuir hari itu benar-benar mampu menghibur, termasuk kelucuan yang membuat para siswa dan orang tua yang hadir tertawa ketika Patricia Farris menjelaskan dalam Bahasa Inggris arti lirik "...nenek sudah tua, giginya tinggal dua...".







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan