Seperti diketahui Mesir merupakan negara di Timur Tengah menyimpam berbagai kekayaan peradaban mulai dari peradaban Pharaonic, Persia, Greco-Roman, Islam, sampai dengan peradaban modern di bawah kolonisasi beberapa negara Eropa, seperti Inggris dan Perancis, saat ini banyak warga negara yang berada di Mesir. Tercatat sekitar 5.000 masyarakat Indonesia kini tinggal di Mesir, yang mayoritas adalah berstatus sebagai mahasiswa belajar Universitas Al-Azhar.
Disamping itu, terdapat pula masyarakat Indonesia yang berkerja di Mesir mewakil perusahaan induk yang di ada di tanah air, yang pada April 2012, Dubes RI Nurfaizi Suwandi memfasilitasi pekerja Indonesia dimaksud membentuk Komunitas Pengusaha dan Profesional Indonesia di Mesir (KOPPIM).
Namun pada pertemuan yang baru saja dilakukan (12/06/12), Dubes Nurfaizi bersama berbagai unsur WNI di Mesir, antara yang berprofesi sebagai perwakilan jurnalis, pengusaha, dan mahasiswa Indonesia program doktor, kali ini melakukan pembicaraan mengenai pentingnya WNI di Mesir sebagai Diaspora Indonesia dapat ikutserta pada Kongres Diaspora Indonesia, yang direncanakan akan diselenggarakan di Los Angeles ,AS pada 6-8 Juli 2012. Karena Kongres Diaspora di AS dimaksud memiliki momentum bagi torehan sejarah pembangunan bangsa Indonesia di luar negeri, juga karena kontribusi dari WNI di Mesir sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia dimanapun berada.
Dalam pertemuan tersebut terindentifikasi bahwa Mesir memiliki potensi khas yang diyakini dapat memberikan kontribusi besar bagi rakyat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan agama Islam. Hal ini mengingat Mesir memiliki peradaban disiplin ilmu dan pusat pengajaran Islam moderat. Karena itu, Diaspora Indonesia dari Mesir akan dapat secara konkret berperan dalam pengadaan dai, konsultasi keagamaan, pengadaan buku referensi ke-Islaman, dan fasilitasi pertemuan dengan tokoh-tokoh kunci di Mesir.
Selain aksi nyata yang dapat disumbangkan di atas, wakil KOPPIM mengutarakan potensi Mesir sebagai “jalur sutra” yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produk ekspor Indonesia ke negara-negara Eropa dan Afrika serta Timur Tengah. Selain itu, pemanfaatan jalur pelayaran itu, ketersediaan lahan di Mesir dapat dijadikan based untuk membangun industri nasional di Mesir, yang dapat memanfaatkan akses pasar yang dimiliki negeri Piramid ini. Selanjutnya, Dubes Nurfaizi mengharapkan terwakilkan Diaspora Indonesia dari Mesir ke Kongres itu, juga dapat mengembangkan peranan second track diplomacy yang dilakukan sektor swasta/profesional dalam upaya peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Mesir. Cairo, 13 Juni 2012