Beijing (120612) – Lagu Bengawan Solo sudah cukup lama populer dan digemari kalangan masyarakat di Tiongkok,terbukti dengan banyaknya orang Tiongkok yang mengenal lirik lagu tersebut dan dapat menyanyikannya dengan lancar meskipun terdengar lucu dinyanyikan oleh lidah mereka.
Kelucuan dalam membawakannya justru menciptakan suasana tersendiri yang menambah keakraban orang yang menyanyikan dan pendengarnya.
Suasana lucu dan akrab tersebut terasa pada diklat bahasa Indonesia bagi instruktur BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di Tiongkok yang diselenggarakan di kampus universitas Beijing Foreign Studies University (BFSU) pada tanggal 28 Mei - 8 Juni 2012.
Diklat yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan KBRI Beijing bekerjasama dengan Indonesia Center BFSU tersebut, diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari para Dosen Bahasa Indonesia BFSU dan Peking University serta Instruktur Kursus Bahasa Indonesia untuk Tour Guide yang ada di Kota Beijing.
Diklat dilaksanakan dalam dua kelas yaitu kelas khusus bagi instruktur BIPA yang memperdalam kemampuan bahasa Indonesia, diikuti oleh para akademisi dari BFSU dan Peking University. Sedangkan kelas lainnya adalah untuk para instruktur kursus Bahasa Indonesia yang mengajar para pemandu wisata.
Dalam diklat tersebut, para peserta tidak saja diajarkan menyanyikan lagu Indonesia tetapi juga diberi materi berupa ulasan tempat, ulasan tokoh, ulasan lagu, ulasan kegiatan, ulasan iklan, pantun, budaya Indonesia, Indonesia negara tropis, makanan Indonesia serta pakaian adat Indonesia. Materi disampaikan melalui ceramah, diskusi, kegiatan praktek dan presentasi.
Peserta juga diminta menyampaikan presentasinya mengenai pikiran dan pandangan mereka dalam bahasa Indonesia dan di depan peserta lainnya.
Sampai akhir kegiatan peserta menunjukkan antusias yang tinggi untuk mengikuti diklat dan berharap memperoleh kesempatan memperdalam ilmu Bahasa Indonesia pada diklat lanjutan yang akan diselenggarakan tahun depan. Pihak Universitas BFSU juga memiliki rencana untuk menambah kuota penerimaan mahasiswa baru jurusan Bahasa Indonesia tahun depan.
Untuk itu tentunya diperlukan dosen yang memiliki kemampuan pengetahuan terkini dalam bidang bahasa Indonesia.
Atase pendidikan berencana akan melanjutkan kerjasama dengan Indonesia Center yang dipimpin oleh Prof. Wu Wenxia dari BFSU untuk membuat program diklat yang dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, mengingat meningkatnya kebutuhan pemandu wisata yang bisa berbahasa Indonesia belakangan ini, seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan dari Indonesia ke Beijing dan sekitarnya.