Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KJRI Hongkong

Tarian Indonesia Turut Ramaikan Acara Karnaval Multikultural di Hong Kong

18 Januari 2012

Turut meramaikan pagelaran seni budaya multikultural yang berjudul “Love, Multicultural Carnival & Awards Presentation Ceremony”, penari-penari Indonesia menyuguhkan tari Bajidor Kahot di hadapan warga Hong Kong pada Minggu (15/1). Tampil membawakan tarian yang mirip dengan Jaipong tersebut adalah para Tenaga Kerja Indonesia yang tergabung dalam Sanggar Budaya, salah satu organisasi TKI yang menjadi binaan KJRI Hong Kong. Tarian dinamis asal Jawa Barat tersebut mendapatkan sambutan meriah dari para tamu undangan yang hadir.

 

Diselenggarakan oleh New Home Association, acara tersebut merupakan sebuah upaya untuk mempromosikan keragaman etnis dan budaya di Hong Kong sekaligus memperkaya pengetahuan masyarakat tentang budaya dan tradisi China. Sebagai sebuah kota internasional, Hong Kong merupakan wilayah dengan penduduk dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Keikut sertaan KJRI pada acara tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat luas serta menunjukkan keterwakilan Indonesia. Saat ini penduduk Indonesia yang tinggal di Hong Kong mencapai 2% dari total keseluruhan penduduk Hong Kong.

 

Love, Multicultural Carnival & Awards Presentation Ceremony

 

Dalam kesempatan tersebut, Konsul Jenderal RI, Teguh Wardoyo, hadir sebagai tamu kehormatan bersama sejumlah perwakilan pemerintah Hong Kong, Rita Fan Hsu Lai-tai (anggota Standing Committee of the People’s Congress of the People’s Republic of China), Regina Ip Lau Suk-yee (anggota Legislative Council, mantan Secretary for Security of HKSAR), Caspar Tsui Ying Wai (Political Assistant to Secretary for Home Affairs); serta Prof. WONG Chak-kie (Chinese University of Hong Kong). Menandai pembukaan acara tersebut secara resmi, para tamu kehormatan memasukkan simbol kasih sayang ke dalam kotak berbentuk rumah yang disiapkan di atas panggung.

 

Kendati diguyur hujan rintik-rintik, acara tersebut berjalan semarak. Selain penampilan tarian Indonesia, disuguhkan pula 14 penampilan lain yang dibawakan oleh berbagai kelompok budaya, seperti African Drum, Chinese Dance, Children Jazz Dance, Kaurah Dance, Chorus, permainan harmonika serta anak-anak usia sekolah yang menunjukkan kebolehannya dalam membawakan tari kreasi baru. Selain menikmati penampilan seni dan budaya, para pengunjung juga berkesempatan bergabung dalam berbagai permainan tradisional yang digelar dalam 20 booth.




AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Tabloid DiplomasiPidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidBuletin Komunitas ASEANDiplomasi Indonesia 2013
UNAOC6ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh Pemda
Perpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEANQuAs edisi 4BSBI 2014
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan