Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Himbauan agar WNI di Sana'a, Yaman terus waspada berikut nomor kontak KBRI Sana'a     |       Warning kepada WNI yang akan bepergian ke Perancis dan negara Eropa lainnya untuk lebih berhati-hati dan cepat menghubungi KBRI atau Perwakilan RI terdekat jika terjadi apa-apa.     |       Unduh Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2015 di sini     |       Pengumuman Kelulusan Peserta Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Luar Negeri TA 2014 dari Pelamar Umum     |       Himbauan untuk WNI di Luar Negeri untuk Tidak Mengikuti Program Wajib Militer     |       Seruan Untuk Waspada Terhadap Upaya Penipuan yang Mengatasnamakan Menteri Luar Negeri RI      |       

Berita Perwakilan

KBRI Lima

RI-Peru Menjadi Mitra dalam Kerjasama Pemberantasan Peredaran Narkoba

03 Mei 2013

Penandatanganan MoU Kerjasama BNN-DEVIDA
Peru menjadi mitra Indonesia dalam hal penanganan pemberantasan peredaran narkoba. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama antara BNN RI dengan DEVIDA Peru (Komisi Nasional untuk Pengembangan dan Hidup Tanpa Narkoba Republik Peru), di Lima pada tanggal 2 Mei yang lalu.
 
Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, menyampaikan bahwa hari penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan hari yang bersejarah bagi Indonesia dan Peru karena menunjukkan upaya bersama untuk mencegah dan memberantas kejahatan narkoba yang merusak kehidupan masyarakat.
 
Lebih lanjut lagi, Presiden Eksekutif DEVIDA, Carmen Masias Claux menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman dengan Indonesia memperkuat upaya pemerintah Peru untuk memperluas kerjasama internasional. Indonesia dianggap sebagai negara yang memiliki kesamaan pandangan dalam hal pemberantasan peredaran narkoba.
 
Melalui penandatanganan nota kesepahaman tersebut, BNN dan DEVIDA Peru akan berkerjasama di bidang-bidang seperti pertukaran informasi dan data tentang perdagangan gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor, dan kejahatan pencucian uang terkait dengan kejahatan narkoba.
 
BNN dan DEVIDA juga menyepakati kerjasama pertukaran informasi tentang program alternative development. DEVIDA Peru menyatakan keinginan untuk mempelajari pengembangan budidaya karet di Indonesia agar dapat diaplikasikan di Peru sebagai program alternative development, yakni program untuk menggantikan tanaman koka dengan tanaman yang bernilai ekonomis.
 
Di sisi lain, BNN menyatakan keinginannya untuk juga mempelajari pengalaman Peru dalam mengembangkan program alternative development dengan tanaman kopi dan coklat. Program alternative development yang telah dikembangkan oleh pemerintah Peru, khususnya di departemen San Martin, telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional atas keberhasilannya untuk mengalihkan penanaman koka menjadi penanaman kopi dan coklat yang bernilai ekspor.
 
Hadir dalam acara penandatanganan tersebut Dubes RI untuk Peru Yosef Berty Fernandez dan Deputi Hukum dan Kerjasama BNN, Dubes Bali Moniaga, serta jajaran pejabat DEVIDA.   
  







AksesInvitesMajalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013Tabloid Diplomasi
Live PPTM 2015ppidBuletin Komunitas ASEANDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang Pandang
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangBuletin Jendela
Ayo Kita Kenal ASEANBSBI 2015Sambut dan Sukseskan Komunitas ASEAN 2015Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata Cara
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan