Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Kisah Sukses

Merah Putih Kembali Berkibar Di Puncak Elbrus

Jumat, 31 Agustus 2012

Bendera Merah Putih kembali berkibar di puncak Elbrus (5.642 mdpl). Sepuluh hari setelah peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-67, pendaki Indonesia Fahizal Fahmi dari Tim Ekspedisi Rakyat Merdeka-TRAMP telah berhasil menancapkan Sang Dwi Warna di puncak gunung tertinggi di Rusia dan Eropa ini.
 
"Kami mengucapkan selamat atas keberhasilan pendakian ini", kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun saat bertemu dengan Fahizal Fahmi di KBRI Moskow (29/07).
 
Duta Besar Djauhari Oratmangun turut gembira atas kesuksesan pendaki yang akrab disapa Ical ini. Menurutnya, tidak mudah untuk mencapai puncak Elbrus yang selalu diselimuti salju dan medan yang penuh tantangan.
 
Sementara itu, Ical menuturkan pendakian Elbrus ini memiliki kesulitan tersendiri dibandingkan dengan pendakian gunung lainnya, termasuk Kalimanjaro. "Kesulitan medan karena bersalju sehingga harus menggunakan crampons. Selain itu, medan yang miring dan saat berjalan harus dibantu dengan tongkat khusus serta tali", ujar Ical.
 
Untuk mencapai ke puncak, Ical harus menelusuri jalur yang berada di antara dua puncak Elbrus. Udara pagi buta yang sangat dingin menyelimuti perjalanan. Tanggal 27 Agustus, tepat pukul 02.00 Ical bersama pemandu dan beberapa pendaki lainnya bertolak dari Barrel Hutt (3.900 mdpl) untuk summit attack dan pada pukul 10.00 Merah Putih sudah berkibar di 5.642 mdpl Puncak Elbrus.
 
“Semula kami akan berangkat pukul 05.00. Tetapi Tim memutuskan berangkat lebih awal karena prakiraan cuaca yang kemungkinan tidak mendukung jika siang hari sampai di puncak”, tutur Ical.
 
Ical menambahkan suhu waktu summit attack sekitar -35 derajat Celsius dan kecepatan angin mencapai 15 km/jam. “Alhamdulillah cuaca mendukung dan kami sampai di Pucak Elbrus. Jika terlambat saja berangkat, Merah Putih tidak dapat berkibar karena setelah itu cuaca berubah dan tidak mungkin untuk pendakian”, ujar Ical sambil tersenyum penuh kepuasan.
 
Menurut Ical, faktor cuaca sangat menentukan keberhasilan pendakian Elbrus ini. Sebelumnya terdapat pendaki dari negara lain yang tidak berhasil karena cuaca yang tidak mendukung sehingga harus kembali turun gunung.
 
Elbrus yang merupakan salah satu dari 7 puncak gunung tertinggi dunia adalah slah satu gunung yang menjadi pilihan pendaki-pendaki dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia.  Setahun yang lalu Merah Putih berhasil berkibar di Puncak Elbrus setelah pendaki tunadaksa Sabar Gorky berhasil menancapkannya tepat tanggal 19 Agustus 2011.
 
“Sekali lagi kami turut bangga atas keberhasilan pendakian ini. Saya sendiri waktu muda mempunyai cita-cita untuk mendaki gunung”, kata Duta Besar Djauhari Oratmangun.
 
Pada bulan September dan Desember 2012, Sabar Gorky dan Ical bersama Tim Ekspedisi Rakyat Merdeka-TRAMP direncanakan akan mendaki Carztens (4.884 mdpl) di Papua dan Aconcagua (6.959 mdpl) di Argentina. (sumber: KBRI Moskow/Enjay Diana)







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
Perpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMCFealac Indonesia
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan