Atlit Sambo Indonesia torehkan sejumlah prestasi yang cukup membanggakan pada cabang olahraga yang populer di bekas negara-negara Uni Soviet. Sambo mulai berkembang di Indonesia sejak awal tahun 2006.
Adalah Siti Juwita yang sebelumnya meraih medali emas pada kejuaraan Sambo Asia Timur di Seoul (01/2012), kembali meraih medali perak untuk kelas yang sama yaitu kelas senior 60 kg di Tashkent (7-9/06).
Selain itu pada kejuaraan tersebut Indonesia juga mendapatkan tambahan dua medali perak dari Muhammad Ariq Noor (16 tahun) yang bertanding pada kelas remaja 87+ kg dan kelas junior 100 kg.
Aji Kusmantri, manajer tim menyampaikan bahwa tim Sambo Indonesia baru dibentuk pada tahun akhir 2007 dan pada dasarnya tidak memasang target yang tinggi bagi atlit dalam menghadapi persaingan dengan atlit dari bekas negara Uni Soviet di Asia Tengah.
Namun demikian, perolehan tiga medali perak yang berhasil diraih tim Sambo Indonesia pada kejuaraan kali ini cukup membanggakan dan akan dijadikan pendorong semangat untuk terus memajukan olahraga Sambo di Indonesia.
Dubes RI, Mohamad Asruchin pada kesempatan pertemuan dengan tim Sambo menyampaikan harapan agar Sambo Indonesia dapat terus dikembangkan utuk terus berprestasi di tingkat internasional.
Selain itu Dubes RI juga mendukung usulan untuk dapat menjajaki pelatihan Sambo di Uzbekistan yang memiliki sarana pelatihan lengkap serta tim Sambo yang kuat dan disegani di dunia internasional.
Sebagai informasi, kejuaraan Sambo Asia yang diadakan di Tashkent tersebut diikuti oleh sekitar 500 atlit junior dan senior dari 28 negara. Indonesia pada kejuaraan ini menurunkan tiga orang atlit yaitu Siti Juwita, Muhammad Ariq Noor dan Maulana Adriansyah. (Sumber: KBRI Tashkent)