Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Kisah Sukses

Diplomat Indonesia di Moskow Telorkan Buku Kelimanya

Jumat, 25 Mei 2012

Mendekati ujung penugasannya, seorang diplomat Indonesia di KBRI Moskow, M. Aji Surya meluncurkan bukunya nomor lima yang berjudul “Segenggam Cinta dari Moskwa” besutan Kompas. Rupanya sang penulis terus terbelalak dengan aneka perubahan unik yang terjadi di negeri mantan komunis itu. Bahkan ia kini sedang mempersiapkan buku keenamnya.
 
Buku yang dilahirkan kali ini adalah kumpulan tulisan yang dimuat dalam rubrik khusus salah satu media elektronik terkemuka nasional, Rakyat Merdeka Online (RMOL), yang berjudul “From Moscow With Love”. Aji Surya merupakan diplomat yang memiliki rubrik khusus di RMOL bersama beberapa penulis lain seperti Dahlan Iskan (Manufacturing Hope), Adhie M. Massardie (Tebas) dan Dr. Rizal Ramli (Sang Penerobos).
 
Dalam aneka tulisan dalam buku setebal 248 halaman tersebut, sang diplomat menorehkan berbagai kisah yang dilihat, didengar, diamati ataupun dialaminya. Mulai soal budaya, perubahan sosial, politik hingga soal kemanusiaan. Semua dicoba direkam dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah buku yang ringan dan enak dibaca oleh siapapun.
 
Menurut penulis, Rusia yang merupakan negara ketiga tempat ia ditugaskan ini, adalah sebuah negeri yang sangat gemerlap dengan berbagai warna yang susah ditemui di negeri lain di dunia. Bahkan, meski telah ditulis dalam empat buku terdahulunya, ternyata negeri yang dahulu dijuluki Beruang Merah ini tidak pernah habis digali. Bahkan kalaupun diberi waktu tinggal lebih lama, maka warna warni Rusia tidak pernah habis dikuliti.
 
“Itu semua karena Rusia merupakan negara besar yang suka berzigzagria dari waktu ke waktu. Jatuh bangun tanpa mengenal lelah menuju kematangan yang bentuk dan warnanya belum terperikan,” ujarnya.
 
Diantara cerita yang cukup menonjol dalam buku tersebut adalah kisah-kisah menyentuh tentang manusia Indonesia di Rusia yang tercampakkan oleh zaman. Mereka kadang hidup dalam keadaan yang sulit dan dilematis. Pulang ke Indonesia tidak memiliki penghasilan, menetap di Rusia dalam keadaan sulit, sedangkan usianya sudah diatas 70 tahun. Mereka inilah para eks mahasiswa ikatan dinas yang dikirim Pemerintah akhir tahun 50-an sampai dengan 60-an namun dijegal pulang karena keadaan politik saat itu.
 
Rusia juga diwarnai dengan sejuta keunikan, seperti soal satpam yang tidak mengenal kompromi, vodka yang bisa menjadi teman sekaligus pembunuh, fenomena makmum di depan imam, pencarian kiblat filsafat, makin merajanya kapitalisme dan masih banyak lagi lainnya. Uniknya, di akhir setiap tulisan, pembaca akan mendapatkan sebuah pelajaran berharga, bukan sekedar cerita tanpa makna.
 
Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi, Moh Mahfud MD yang memberikan prolog dalam buku ini, pesan utama yang dapat di –istimbaht (digali) dari buku tersebut adalah ajakan penulis agar kita semua bisa belajar dan melihat Rusia dengan cara baru, yakni cara pandang yang berbeda dengan sebelumnya (1990-an). Menariknya, ajakan penulis tersebut disajikan dalam bentuk paparan fakta dan cerita-cerita nyata dengan gaya bahasa penulisan yang mengalir, lincah dan enak dibaca sehingga tidak membosankan. “Selain itu, pembaca juga akan bisa memahami tugas-tugas seorang diplomat seperti yang diperankan oleh penulis,” tuturnya.
 
Sementara itu, Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun menyambut positif terbitnya buku anak buahnya ini. Menurutnya, membaca buku ini seperti menonton siaran langsung pertandingan bola di teve. Menikmati Messi “Si Kutu” yang lincah menggiring bola, mengobrak-abrik pertahanan lawan, membobol gawang dan menciptakan gol.
 
“Keunikan buku ini adalah kecerdikan penulis dalam mengamati, merekam, mencatat serta memilih kata yang diramu begitu rupa sehingga enak dibaca, mudah dicerna, mengobrak-abrik pertahanan pembaca mengenai stigmatisasi Rusia yang kemudian berakhir dengan “gol” berupa pemahaman tentang Rusia,” katanya.
 
Buku “Segenggam Cinta dari Moskwa” sudah mulai beredar di pasaran mulai medio Mei di berbagai toko buku terkemuka di Jakarta dan kota besar lainnya. Bahkan diantaranya dipajang di barisan buku tergolong laris. M. Aji Surya yang bertugas di Moskow sejak 2008 tersebut akan mengakhiri tugasnya akhir September ini telah menghasilkan beberapa buku sebelumnya, seperti Vodka, Cinta dan Bunga (VCB), Moskow, Petersburg, Vladivostok (VCB), Seruling Diplomat (SD), dan Panduan Hemat Keliling Rusia. Diplomat penulis tersebut masih merahasiakan buku keenam yang sedang dikerjakannya.()







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan